Jumat, 15 September 2017

Hal-hal yang bisa menentukan jenis kelamin bayi. Mitos atau fakta?

Hal-hal yang bisa menentukan jenis kelamin bayi
Hal-hal yang bisa menentukan jenis kelamin bayi. Mitos atau fakta? - Wanita atau pria, beberapa pasangan mungkin tidak peduli dengan jenis kelamin bayi di rahim. Namun, Anda mungkin penasaran ingin melahirkan anak laki-laki atau perempuan.

Mungkin ada beberapa faktor jenis kelamin bayi yang dipengaruhi oleh Anda. Secara tidak sengaja, faktor-faktor ini dapat membantu menentukan apakah bayi Anda memiliki kromosom XX (wanita) atau XY (laki-laki).

Beberapa hal yang "katanya" mempengaruhi jenis kelamin bayi

Beberapa asumsi muncul di masyarakat, bahwa ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi jenis kelamin bayi, seperti makanan yang biasanya Anda makan, saat Anda berhubungan seks, saat ovulasi atau hal lainnya. Mungkin Anda ingin punya bayi, tapi pasangan Anda menginginkan wanita. Sayangnya, tidak ada bukti medis yang kuat untuk menunjukkan bahwa ada cara pasti yang memungkinkan Anda berpartisipasi dalam menentukan jenis kelamin bayi sesuai keinginan Anda.

1. Waktu melakukan hubungan seksual

Waktu coitus bisa mempengaruhi jenis kelamin bayi. Konsepsi atau konsepsi adalah perjumpaan spermatozoa dan sel-sel ovula. Ada teori bahwa sperma dan kromosom bisa berenang lebih cepat dan mati dengan cepat sebelum terjadi pembuahan, sementara sperma yang membawa kromosom X berenang lebih lambat tapi lebih kuat. Sehingga hubungan intim dalam waktu dekat ovulasi bisa menghasilkan bayi, saat berhubungan seks beberapa hari sebelum ovulasi bisa menghasilkan anak perempuan.

Namun, teori ini masih diperdebatkan. Sebuah studi yang diterbitkan oleh The New England Journal of Medicine pada tahun 1995 tidak menemukan hubungan antara waktu untuk berhubungan seks dengan bayi. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hubungan ini.

2. Posisi seksual

Beberapa orang juga percaya bahwa posisi saat berhubungan seksual dapat mempengaruhi jenis kelamin bayi. Keyakinan ini menyatakan bahwa jika Anda menginginkan seorang anak Anda harus menggunakan posisi berdiri saat berhubungan seks dan jika Anda menginginkan seorang gadis, Anda seharusnya berada dalam posisi misionaris. Namun, ini hanya mitos yang tidak bisa diverifikasi.

Mitos lain yang berkembang yaitu melakukan vagina dalam suasana asam untuk mendapatkan bayi seks perempuan dan membuat vagina dalam suasana basa untuk mendapatkan bayi laki-laki. Dan ini juga tidak bisa diverifikasi.

3. Makanan yang Anda makan

Beberapa penelitian telah menghubungkan jumlah kalori yang dikonsumsi dan jenis kelamin bayi, seperti dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Prosiding Royal Society B pada tahun 2008. Studi tersebut menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi lebih banyak kalori satu tahun sebelum pembuahan, terutama yang makan sereal di Sarapan pagi dan makan makanan tinggi potassium, memiliki kemampuan untuk mendapatkan bayi laki-laki lebih tinggi dari wanita yang melewatkan sarapan pagi dan mengkonsumsi lebih sedikit kalori.

Namun, penyelidikan di tahun 2009 di majalah yang sama membantahnya dan menganggapnya hanya sebuah kebetulan. Banyak kepercayaan tumbuh di masyarakat bahwa makanan yang dimakan ibu dapat mempengaruhi jenis kelamin bayi. Tapi sekali lagi ini adalah mitos yang tidak bisa diverifikasi.

4. Riwayat keluarga

Beberapa orang bisa menebak jenis kelamin bayi yang lahir dengan melihat riwayat keluarga, seperti jumlah anak yang sudah ada dalam keluarga. Mungkin ada beberapa keluarga dengan predisposisi genetik ini, tapi sama sekali tidak berlaku. Sekali lagi, ini kebetulan, tidak ada penelitian yang menunjukkan hal ini.

5. Tingkat stres

Beberapa peneliti berasumsi bahwa sperma yang membawa kromosom Y ini rentan terhadap tingginya tingkat stres psikologis, sehingga seorang ibu atau orangtua yang stres akan lebih cenderung memiliki seorang gadis. Namun, ini masih spekulasi dan belum terbukti memiliki dampak nyata pada jenis kelamin bayi.

6. Teknik fertilisasi in vitro alias tabung bayi

Berdasarkan sebuah penelitian oleh University of New South Wales di Australia pada tahun 2010, jenis kelamin bayi laki-laki atau perempuan mungkin bergantung pada teknik pemupukan in-tune (tabung bayi) yang digunakan. Para periset menemukan bahwa persentase bayi laki-laki sekitar 49% saat pasangan tersebut memilih injeksi sperma intracytoplasmic.

Baca juga : Sunat Pekanbaru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Manfaat tanaman di dalam rumah

Manfaat tanaman di dalam rumah -  tanaman pot tidak hanya bisa mempercantik bagian luar rumah, tapi juga menghias ruangan di dalam rumah ...